Infonetizen.com Makassar, 2 Desember 2025 — UPT SPF SD Negeri Gaddong 2 sukses ikut menyelenggarakan kegiatan pembuatan ecoenzym secara massal yang dilaksanakan di pelataran sekolah dan terhubung melalui siaran langsung (live) Zoom bersama seluruh sekolah SD dan SMP se-Kota Makassar, Selasa (2/12/2025). Kegiatan ini merupakan tindak lanjut program Pemerintah Kota Makassar dalam mewujudkan Makassar Bebas Sampah Tahun 2029.
Kegiatan dipimpin langsung oleh Koordinator UPT SPF SD Negeri Gaddong 2, Resky Mustakim, S. PdI, dengan dukungan guru, peserta didik, serta perwakilan sekolah lain yang mengikuti secara daring. Pelaksanaan berjalan interaktif, mulai dari penjelasan teori mengenai ecoenzym, demonstrasi pembuatan, hingga sesi tanya jawab antar peserta dari berbagai sekolah di Kota Makassar.

“Program ini sangat bermanfaat bagi dunia pendidikan, terutama dalam membangun karakter peduli lingkungan sejak dini. Melalui ecoenzym, kita tidak hanya mengurangi sampah organik, tetapi juga menciptakan produk yang berguna bagi kehidupan sehari-hari,” ujar Rezky Mustakim S. PdI, Koordinator UPT SPF SD Negeri Gaddong 2 dalam sambutannya.
Ecoenzym dan Manfaatnya
Ecoenzym merupakan cairan hasil fermentasi sampah organik (seperti kulit buah dan sayur) yang dicampur dengan air dan gula merah selama 3–6 bulan. Cairan ini ramah lingkungan, serbaguna, dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan rumah tangga maupun lingkungan.
Adapun manfaat ecoenzym antara lain:
Mengurangi jumlah sampah organik yang berakhir di TPA.
Menjaga kebersihan lingkungan, karena dapat digunakan sebagai cairan pembersih alami.
Meningkatkan kualitas udara, sebab hasil fermentasi membantu menyerap bau tidak sedap.
Menyuburkan tanaman, karena dapat dijadikan pupuk organik cair.
Membantu pemulihan ekosistem air, jika digunakan untuk mengolah limbah cair rumah tangga.
Mengurangi penggunaan bahan kimia berbahaya dalam pembersih rumah tangga.
Dukungan Pemerintah Kota Makassar
Program pembuatan ecoenzym secara serentak ini merupakan salah satu langkah strategis Pemerintah Kota Makassar dalam menekan volume sampah kota, mengembangkan gerakan sekolah hijau, dan mendorong kolaborasi antar satuan pendidikan.
Dengan pelibatan masyarakat sekolah dari tingkat SD hingga SMP, diharapkan peserta didik tidak hanya memahami konsep daur ulang, tetapi juga mampu mempraktikkan langsung inovasi pengolahan sampah menjadi produk ramah lingkungan yang dapat berkelanjutan sehingga sebelum tahun 2029 Makassar sudah bisa Bebas sampah ujar salah satu Narasumber Live Zoom.