Infonetizen.com // Makassar, ……….. — Momentum bulan suci Ramadhan 1447 Hijriah dimanfaatkan sebagai ruang penguatan kepedulian sosial dan pemerataan akses pendidikan. Dalam rangka itu, Aliansi Peduli Pendidikan Indonesia (APPI) akan menyelenggarakan kegiatan sosial bertajuk Berbagi Berkah, Raih Kemenangan Hakiki, di Kota Makassar.
Kegiatan dijadwalkan berlangsung pada Minggu, 15 Maret 2026, bertempat di kawasan Monginsidi Baru, Makassar. Agenda utama mencakup pemberian beasiswa pendidikan kepada 10 anak dari keluarga kurang mampu serta penyaluran parcel Ramadhan kepada anak yatim piatu di wilayah tersebut.
Program ini dirancang sebagai bagian dari komitmen organisasi dalam mendorong pemerataan akses pendidikan bagi anak-anak yang menghadapi keterbatasan ekonomi. Bantuan beasiswa yang diberikan ditujukan untuk mendukung kebutuhan pendidikan penerima manfaat, termasuk perlengkapan sekolah, kebutuhan administrasi pendidikan, serta penunjang kegiatan belajar.
Ketua Umum APPI, Asma Arif, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan implementasi dari program kerja sosial organisasi yang berorientasi pada penguatan sumber daya manusia melalui jalur pendidikan.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin menegaskan bahwa kemenangan hakiki di bulan suci bukan hanya tentang perayaan, tetapi tentang kepedulian dan kontribusi nyata terhadap masa depan generasi bangsa,” ujar Asma Arif, Selasa (03/03/2026).
Menurutnya, dukungan terhadap pendidikan tidak hanya berbentuk wacana, melainkan harus diwujudkan dalam langkah konkret yang langsung menyentuh penerima manfaat. Ia menjelaskan bahwa anak-anak dari keluarga prasejahtera kerap menghadapi hambatan dalam memenuhi kebutuhan sekolah, sehingga berpotensi mengganggu keberlanjutan proses belajar mereka.
APPI, lanjutnya, berupaya menghadirkan dukungan yang terukur dan tepat sasaran, dengan melakukan pendataan serta verifikasi terhadap calon penerima bantuan sebelum penetapan penerima manfaat dilakukan.
Kegiatan Berbagi Berkah, Raih Kemenangan Hakiki ini, akan dilaksanakan dalam beberapa rangkaian acara yang telah disusun secara sistematis. Agenda dimulai dengan pembukaan resmi, dilanjutkan dengan sambutan dari perwakilan organisasi dan tamu undangan, kemudian prosesi penyerahan beasiswa secara simbolis kepada penerima manfaat.
Selanjutnya, dilakukan penyaluran parcel Ramadhan kepada anak yatim piatu yang telah terdata sebelumnya. Kegiatan ditutup dengan doa bersama serta sesi dokumentasi sebagai bagian dari laporan kegiatan.
Dalam pelaksanaannya, APPI mengundang Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan dan Dinas Pendidikan Kota Makassar. Undangan tersebut dimaksudkan sebagai bentuk koordinasi serta penguatan sinergi antara unsur masyarakat dan pemerintah dalam mendukung pemerataan pendidikan.
Kehadiran unsur pemerintah daerah diharapkan dapat memperkuat komunikasi dan kolaborasi dalam program-program sosial pendidikan di masa mendatang.
Ketum APPI menyebutkan bahwa proses penentuan penerima beasiswa dilakukan melalui tahapan pendataan dan seleksi berdasarkan kondisi ekonomi keluarga serta kebutuhan pendidikan anak. Organisasi bekerja sama dengan tokoh masyarakat setempat untuk memastikan data yang dihimpun sesuai dengan kondisi riil di lapangan.
Setiap penerima beasiswa akan mendapatkan bantuan pendidikan dalam bentuk yang telah ditetapkan sesuai kebutuhan. Penyaluran dilakukan secara langsung kepada penerima manfaat dengan disaksikan oleh orang tua atau wali.
Sementara itu, parcel Ramadhan yang disalurkan kepada anak yatim piatu berisi kebutuhan pokok dan perlengkapan pendukung yang relevan dengan momentum Ramadhan. Seluruh paket telah disiapkan melalui proses pengadaan yang terorganisir dan terdokumentasi.
APPI memastikan bahwa seluruh bantuan yang diberikan bersumber dari dukungan internal organisasi serta kontribusi pihak-pihak yang menjalin kerja sama dalam kegiatan sosial tersebut.
Selain berorientasi pada dukungan pendidikan, kegiatan ini juga diarahkan untuk memperkuat nilai solidaritas sosial di tengah masyarakat. Ramadhan dinilai sebagai momentum yang tepat untuk memperluas kepedulian terhadap kelompok rentan, termasuk anak yatim piatu dan keluarga prasejahtera.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang penyaluran bantuan, tetapi juga ruang interaksi sosial yang mempertemukan unsur masyarakat, organisasi, dan pemerintah dalam satu agenda bersama.
APPI menyatakan bahwa pendekatan kolaboratif menjadi strategi utama dalam menjalankan program sosial. Organisasi membuka peluang kerja sama dengan berbagai pihak yang memiliki kepedulian terhadap sektor pendidikan, baik dari kalangan swasta, komunitas, maupun individu.
APPI menegaskan bahwa program “Berbagi Berkah, Raih Kemenangan Hakiki” tidak berhenti pada satu momentum kegiatan. Organisasi berkomitmen menjadikannya sebagai agenda tahunan yang akan terus dikembangkan dengan cakupan penerima manfaat yang lebih luas.
Evaluasi kegiatan akan dilakukan setelah pelaksanaan untuk mengukur efektivitas program serta menyusun perencanaan lanjutan. Dokumentasi dan laporan kegiatan juga akan disusun sebagai bentuk akuntabilitas kepada para pihak yang terlibat.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi organisasi dalam membangun sistem program sosial yang berkelanjutan, terstruktur, dan berdampak langsung terhadap peningkatan akses pendidikan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, APPI berharap bantuan yang diberikan dapat mendukung keberlangsungan pendidikan para penerima manfaat. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat jaringan kolaborasi antara masyarakat dan pemerintah dalam mengatasi tantangan akses pendidikan.
Pemerataan pendidikan menjadi isu yang memerlukan keterlibatan banyak pihak. Inisiatif sosial seperti yang dilakukan APPI menjadi salah satu bagian dari kontribusi masyarakat dalam mendukung program pembangunan di bidang pendidikan.
Ramadhan 1447 Hijriah menjadi momentum pelaksanaan kegiatan yang tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga berorientasi pada langkah konkret yang terukur dan terdokumentasi.
Melalui kegiatan “Berbagi Berkah, Raih Kemenangan Hakiki”, APPI menegaskan perannya sebagai organisasi yang fokus pada penguatan pendidikan dan solidaritas sosial. Penyaluran beasiswa dan santunan yang dilakukan di Monginsidi Baru, Makassar, menjadi bagian dari rangkaian program yang dirancang untuk mendukung generasi muda agar tetap memiliki akses terhadap pendidikan di tengah keterbatasan ekonomi.
Dengan rangkaian kegiatan yang telah disusun secara sistematis, dukungan dari berbagai pihak, serta komitmen keberlanjutan program, kegiatan ini menjadi bagian dari agenda sosial Ramadhan 1447 H yang terstruktur dan terarah.
Pelaksanaan kegiatan pada 15 Maret 2026 mendatang akan menjadi titik awal dari rangkaian program lanjutan yang telah direncanakan organisasi dalam bidang pendidikan dan kepedulian sosial di Kota Makassar dan wilayah sekitarnya.(as)