-1.1 C
New York
Rabu, Februari 4, 2026

Buy now

spot_img

BGN Ubah Arah MBG: SPPG Tak Lagi Gunakan Produk Pabrikan, F-JUPNAS Gizi Dorong UMKM dan Food Safety

Jakarta – Forum Jurnalis Ketahanan Pangan Nasional dan Gizi Indonesia (F-JUPNAS Gizi Indonesia) menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Badan Gizi Nasional (BGN) yang menegaskan bahwa Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) tidak lagi menggunakan makanan olahan pabrikan, termasuk biskuit dan roti dari perusahaan besar.

Kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah strategis untuk memastikan manfaat program MBG tidak hanya berdampak pada pemenuhan gizi, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat lokal.

“Makanan MBG harus diproduksi oleh masyarakat sekitar dapur, melalui UMKM, koperasi, kelompok warga, usaha rumahan, atau ibu-ibu PKK. Dengan begitu, manfaat ekonomi program langsung dirasakan oleh komunitas lokal,” ujar Wakil Kepala BGN, Nanik Sudaryati Deyang, dalam kegiatan Sosialisasi dan Penguatan Tata Kelola MBG di Probolinggo, Jawa Timur.

Berlandaskan Regulasi Nasional

Kebijakan ini merujuk pada Pasal 38 ayat (1) Peraturan Presiden Nomor 115 Tahun 2025, yang mengatur bahwa penyelenggaraan Program Makan Bergizi Gratis wajib:

  • Memprioritaskan produk dalam negeri

  • Melibatkan usaha mikro dan kecil

  • Melibatkan pelaku usaha perorangan, koperasi, koperasi desa/kelurahan Merah Putih, serta BUMDes

BACA  Pimpin Apel Bersama Satbrimob Polda Sulsel, Kapolda Sulsel Tekankan Loyalitas dan Peran Strategis Brimob

“MBG bukan hanya program pemenuhan gizi, tetapi juga instrumen pemberdayaan ekonomi kerakyatan berbasis komunitas,” tambah Nanik.

Arah Baru Pengadaan Pangan SPPG

BGN menegaskan sejumlah arah kebijakan pengadaan pangan dalam pelaksanaan MBG, antara lain:

  • Tidak lagi menyajikan biskuit dan roti produksi pabrikan besar

  • Mengutamakan pengadaan makanan dari UMKM lokal

  • Mengolah bahan pangan secara segar dan dimasak setiap hari

Pendekatan ini diharapkan menjadikan dapur SPPG sebagai pusat perputaran ekonomi masyarakat, bukan sekadar pasar bagi produk industri massal.

Seruan kepada Pemerintah Daerah

F-JUPNAS Gizi Indonesia juga mendorong pemerintah daerah, khususnya wali kota dan kepala daerah, untuk memberikan dukungan nyata terhadap implementasi kebijakan tersebut. Dukungan itu meliputi:

  • Kemudahan perizinan usaha dan produksi bagi UMKM yang ingin terlibat dalam program MBG

  • Jaminan bahwa seluruh produk makanan memiliki izin Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT)

BACA  Pimpin sertijab dua pangdam,kasad:Lanjutkan program lakukan inofasi

Kemudahan administratif ini dinilai penting agar UMKM dapat berproduksi secara legal, cepat, dan sesuai standar kesehatan, sehingga partisipasi masyarakat lokal semakin luas dan inklusif.

Kebijakan Berdampak Ganda

F-JUPNAS Gizi menilai kebijakan BGN memiliki dampak strategis dan berlapis, antara lain:

  1. Meningkatkan kualitas gizi anak melalui makanan segar dan bergizi seimbang

  2. Menggerakkan ekonomi lokal berbasis UMKM

  3. Menciptakan lapangan kerja di sekitar dapur SPPG

  4. Memastikan anggaran negara berputar langsung di masyarakat

“Program MBG adalah kombinasi kebijakan kesehatan publik sekaligus pemberdayaan ekonomi rakyat,” tegas F-JUPNAS Gizi.

Pentingnya Standar Higienitas dan Keamanan Pangan

Meski mendukung penuh pelibatan UMKM, F-JUPNAS Gizi menekankan pentingnya jaminan keamanan pangan. Oleh karena itu, pemerintah didorong untuk menyediakan:

  • Pelatihan sanitasi dan kebersihan dapur

  • Standar operasional pengolahan pangan yang aman

  • Manajemen penyimpanan bahan baku

  • Sertifikasi laik higiene sanitasi

  • Edukasi keamanan pangan (food safety)

  • Pengawasan mutu dan nilai gizi secara berkala

BACA  Kades Dan Perangkat Desa Lakawoghe Tidak Disiplin Masuk Kantor, Diduga Makan Gaji Buta

Langkah tersebut dinilai krusial agar makanan yang disajikan tetap aman, sehat, dan layak konsumsi bagi anak-anak sebagai penerima manfaat utama program.

Komitmen Pengawasan Publik

F-JUPNAS Gizi Indonesia menegaskan bahwa Program MBG bukan sekadar bantuan pangan, melainkan program keadilan gizi dan keadilan ekonomi yang harus dijalankan secara transparan dan berkelanjutan.

Forum ini menyatakan akan terus menjalankan fungsi:

  • Edukasi publik

  • Pengawasan sosial

  • Peliputan independen

Guna memastikan implementasi Program Makan Bergizi Gratis berjalan akuntabel, transparan, dan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas.

Related Articles

Stay Connected

0FansSuka
0PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -spot_img

Latest Articles