INFONETIZEN.COM // BULUKUMBA — Sebuah insiden mengejutkan yang diduga melibatkan aparat kepolisian kembali mencoreng kepercayaan publik. Karim (55) Warga Desa Sangkala, Kecamatan Kajang, Kabupaten Bulukumba, diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum perwira polisi sebagai Kasat Bimmas Polres Bulukumba, di dalam lingkungan kantor polisi.
Peristiwa tersebut terjadi pada Kamis malam (26/03/2026) sekitar pukul 23.30 WITA di Polsek Kajang.
Menurut keterangan Daso’ (27) Anak dari dari Karim, saat dihubungi lewat telepon Jumat (27/3/2026) mengungkapkan, kejadian bermula saat Ayahanya (Karim) mendatangi Polsek Kajang dengan tujuan melaporkan insiden pelemparan rumah yang dialaminya. Namun, alih-alih mendapatkan perlindungan hukum, korban justru diduga mengalami tindakan kekerasan.
Oknum yang disebut-sebut terlibat adalah Rahman Mubin, seorang perwira berpangkat AKP yang menjabat sebagai Kasat Binmas Polres Bulukumba.
“Tanpa proses klarifikasi yang memadai, Bapak saya langsung mengalami pemukulan di bagian wajah, hingga mengakibatkan luka robek pada alis kiri dan harus menjalani tiga jahitan, tuturnya
Berdasarkan kronologi yang dihimpun, insiden bermula sekitar pukul 23.00 WITA saat seorang warga bernama Mantang mendatangi rumah korban sambil membawa batu, lalu melempari rumah korban yang saat itu sedang beristirahat.
Korban yang terbangun kemudian keluar rumah dan sempat berhadapan dengan pelaku. Situasi memanas ketika pelaku kembali melempar balok kayu yang disaksikan warga sekitar.
Setelah membuat keributan, pelaku melarikan diri ke rumah keluarganya yang masih berada dekat di sekitar lokasi kejadian, orang tua dari Kasat Binmas tersebut.
Tak lama kemudian, pelaku diantar oleh oknum perwira tersebut ke Polsek Kajang. Korban yang juga datang untuk melapor akhirnya bertemu di lokasi yang sama. Di sanalah dugaan penganiayaan itu terjadi.
Peristiwa ini menjadi sorotan tajam karena terjadi di dalam kantor polisi, tempat yang seharusnya menjadi ruang aman bagi masyarakat untuk mencari keadilan.
Beberapa Warga Masyarakat Desa Sangkala menilai tindakan tersebut sebagai bentuk pelanggaran serius terhadap prinsip dasar kepolisian sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
Daso’ mengungkapkan kekecewaannya atas kejadian yang menimpa ayahnya, didalam kantor Polisi, dimana .
“Seharusnya aparat, apalagi perwira polisi yang menjabat di fungsi pembinaan masyarakat, memberi contoh yang baik. Bukan justru menunjukkan arogansi,” ujarnya.
Saat dikonfirmasi, Kasat Binmas sempat menerima panggilan telepon. Namun setelah mengetahui adanya upaya konfirmasi dari wartawan, yang bersangkutan menyampaikan sedang berada dalam rapat bersama Kapolres, dan meminta menghubungi Kapolsek Kajang AKP Andi Umar.
Sementara itu, Kapolres Bulukumba juga belum memberikan tanggapan saat dihubungi oleh pihak media.
Dari hasil investigasi tim, Warga Desa Sangkala mendesak Kapolres Bulukumba untuk, segera mencopot Kasat Bimmas yang dikenal sangat arogan, dan memproses kasus ini secara transparan dan professional, memeriksa rekaman CCTV di Polsek Kajang, serta menjamin keadilan bagi korban.
Mereka menegaskan bahwa kasus ini tidak boleh dibiarkan karena berpotensi merusak kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.
Sekedar diketahui, Keluarga korban, akan melaporkan kejadian ini ke Bidang Propam Mapolda Sulsel, untuk proses selanjutnya.
Kapolsek Kajang AKP Andi Umar, ketika dihubungi mengatakan sementara melakukan penyelidikan kasus penganiayaan yang dilakukan oleh AKP Rahman, saat ini diakui hanya menangani kasus yang pengrusakan dan penganiayaan yang dilakukan oleh pelaku perempuan Mantang.
Sedangkan dugaan penganiayaan yang dilakukan oleh Kasat Binmas AKP Rahman, nanti Bidang Propam yang menagani, jelasnya . (tim)