Mendidik dengan Empati: Peran Sekolah dalam Menumbuhkan Kesehatan Mental Anak Bangsa

Infonetizen.com, Makassar – Setiap tanggal 10 Oktober, dunia memperingati Hari Kesehatan Jiwa Sedunia (World Mental Health Day)  sebuah momentum penting untuk mengingatkan masyarakat bahwa kesehatan mental adalah hak setiap manusia.

Tahun 2025 ini, tema global Hari Kesehatan Jiwa adalah “Mental Health is a Universal Human Right” atau “Kesehatan Jiwa adalah Hak Asasi Manusia Universal.” Tema ini menegaskan bahwa setiap orang, baik anak-anak, remaja, maupun orang dewasa, berhak hidup di lingkungan yang mendukung kesejahteraan mental mereka.

Sebagai seorang guru pendidik Abd Malik Al Ansyari menyampaikan pentingnya membangun kesadaran tentang kesehatan mental, terutama di lingkungan pendidikan dan masyarakat.

“Kesehatan jiwa bukan hanya soal tidak adanya gangguan mental, tetapi tentang bagaimana kita merasa tenang, dihargai, dan punya ruang untuk tumbuh.”

Sambung, “Sebagai pendidik, saya melihat pentingnya mendidik anak-anak untuk berani berbagi perasaan dan saling peduli. Dukungan kecil bisa berarti besar bagi seseorang yang sedang berjuang secara batin,” ungkap Malik

Menurutnya, di tengah dinamika sosial yang cepat dan tekanan hidup yang meningkat, menjaga kesehatan mental menjadi kebutuhan bersama. Media, sekolah, dan komunitas berperan penting dalam menghapus stigma terhadap masalah kejiwaan dan membangun budaya empati.

“Mari jadikan Hari Kesehatan Jiwa Dunia sebagai pengingat bahwa setiap orang berhak merasa aman, didengar, dan dicintai. Menjaga kewarasan bersama adalah bentuk cinta terhadap kehidupan,” tutupnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *