BARRU, Infonetizen.com — Tim Investigasi LSM Perak menemukan adanya aktivitas pengerukan irigasi di Dusun Lempang Lamaccini, Desa Lalabata, Kecamatan Tanete Rilau, Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan, pada Jumat (7/11/2025) sekitar pukul 09.30 WITA.
Proyek pengerukan tersebut menuai sorotan setelah tim mendapati sejumlah titik irigasi mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi ini menyebabkan tanah di area persawahan sekitar terkikis dan menimbulkan kerugian bagi seorang petani yang enggan disebutkan namanya.
“Kemauan kami, yang dikeruk itu seharusnya di tengah irigasi, bukan di bawah talud,” ujar salah satu warga kepada media, Jumat (7/11/2025) pukul 10.49 WITA.
Selain itu, Tim Investigasi LSM Perak juga tidak menemukan adanya papan transparansi proyek yang biasanya menjadi tanda keterbukaan informasi publik dalam kegiatan pembangunan yang dibiayai pemerintah.
Koordinator Wilayah Kabupaten Barru LSM PERAK Indonesia, Andi Rasda didampingi Wakil Koordinator Divisi Pengawasan dan Monitoring, Heri Gonggong, Wakil Koordinator Divisi Pengaduan Masyarakat dan Kebijakan Publik Sadikul Fajrin Dg Pabe’ menegaskan bahwa pengerukan ini berpotensi menimbulkan dampak serius bagi para petani di sekitar lokasi.
“Pengerukan ini bisa berdampak buruk bagi petani. Kelongsoran tanah dapat semakin meluas dan mengakibatkan kerusakan yang parah dalam waktu singkat,” tegas Rasda saat diwawancarai awak media di depan masyarakat setempat, Rabu (12/11/25).
Dari hasil peninjauan lapangan, LSM PERAK menemukan beberapa titik yang dinilai berpotensi merugikan masyarakat serta adanya indikasi penyalahgunaan dana dalam pelaksanaan proyek.
LSM PERAK menyatakan tidak akan tinggal diam dan akan menindaklanjuti temuan ini sesuai dengan data dan bukti yang telah dikumpulkan di lapangan.
(*)
