infonetizen.com, Bulukumba – Gelombang demonstrasi di Kabupaten Bulukumba terus berlanjut. Hari ini, Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bulukumba kembali turun ke jalan, mendesak pemerintah daerah dan aparat kepolisian menindak tegas pengembang perumahan dan pelaku industri yang dinilai bermasalah. Rabu (9/7/2025)
Dalam aksinya, PMII menyoroti dugaan penyimpangan pembangunan dan subsidi perumahan oleh sejumlah developer. Mereka juga menuntut penutupan industri serta pergudangan yang dianggap melanggar aturan.
“Kami mendesak pemerintah dan kepolisian memberikan sanksi tegas kepada developer yang memainkan pembangunan dan anggaran subsidi perumahan,” ujar Ketua PMII Bulukumba, Syaibatul Hamdi.
Selain itu, PMII menolak keberpihakan kepala daerah terhadap investor yang bermasalah. Mereka menilai hal tersebut bisa merugikan masyarakat dan merusak kepercayaan publik terhadap pemerintah.
“Kami juga meminta Bupati Bulukumba berhenti membela investor yang merugikan masyarakat,” lanjutnya.
PMII mengklaim telah mengantongi data primer hasil survei lapangan terkait lokasi-lokasi perumahan dan kawasan industri yang bermasalah.
Sementara itu, pihak Polres Bulukumba melalui anggota Satreskrim, Aipda Nur Alim, menyampaikan bahwa kepolisian akan melakukan verifikasi dan pengumpulan data lebih lanjut untuk menentukan apakah tuntutan tersebut masuk dalam ranah hukum perdata atau pidana.
Aksi ini menambah daftar panjang unjuk rasa yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir di Bulukumba. Sebelumnya, aksi serupa dilakukan sejumlah elemen masyarakat terkait evaluasi Pasar Sentral dan penolakan relokasi pedagang Pasar Cekkeng Kasuara.
Situasi ini mencerminkan meningkatnya kesadaran kritis masyarakat terhadap kebijakan publik, sekaligus menjadi tekanan moral bagi pemerintah daerah agar lebih transparan dan berpihak pada kepentingan rakyat.
