Infonetizen.com, Makassar – Warga kompleks Villa Mutiara Biru mengaku sangat resah dan kecewa terhadap pelayanan air yang dikelola pihak pengelola kompleks. Pasalnya, meski setiap bulan diwajibkan membayar iuran air, aliran air yang diterima warga tidak maksimal.
Menurut keterangan warga, air di kompleks tersebut hanya mengalir sekitar satu jam setiap harinya. Bahkan, pengelola menerapkan sistem ganjil-genap, di mana air dialirkan secara bergantian. Hal ini membuat warga merasa sangat dirugikan karena kebutuhan sehari-hari tidak terpenuhi.
“Kami bayar tiap bulan, tapi air yang mengalir hanya sebentar. Bahkan dibuat aturan ganjil genap, satu jam saja airnya. Bagaimana bisa cukup untuk kebutuhan sehari-hari?” keluh salah seorang warga Villa Mutiara Biru, Senin (18/8/2025).
Warga juga menilai pihak pengelola kurang peduli terhadap keluhan masyarakat. Meskipun ada warga yang menghubungi langsung pengelola, sesekali memang air diantar ke rumah, namun dianggap tidak menyelesaikan masalah. Terlebih, pihak pengelola sebelumnya mengaku debit air memang kurang.
“Kalau memang debit air kurang, seharusnya pengelola mencari solusi. Jangan hanya tahu menagih pembayaran tiap bulan. Ini sangat merugikan warga,” tegas seorang perwakilan warga.
Warga berharap Pemerintah Kota Makassar dapat turun tangan dan mengambil alih pengelolaan distribusi air di kompleks Villa Mutiara Biru. Mereka menilai keuntungan dari bisnis air di kompleks tersebut sangat besar, namun tidak sebanding dengan pelayanan yang diberikan kepada warga.
“Kami mohon pemerintah kota bisa mengambil alih. Karena kalau dilihat, pengelola lebih banyak untung, sementara warga yang dirugikan,” lanjut warga dengan nada kecewa.
Sebagai pesan penutup, warga juga mengingatkan masyarakat Kota Makassar agar lebih berhati-hati ketika ingin membeli rumah di Villa Mutiara Biru atau kawasan sekitarnya.
“Pesan saya kepada warga kota Makassar kalau mau ambil perumahan di Villa Mutiara, baiknya pikir-pikir dahulu,” ujar salah seorang warga.
Selain itu, warga menegaskan bahwa apabila pihak pengelola perumahan tidak memperhatikan keluhan ini, mereka siap melakukan aksi demonstrasi sebagai bentuk protes.
(*)