Infonetizen.com, Yogyakarta – Kiprah pelajar asal Sulawesi Tenggara kembali mencatatkan prestasi di tingkat nasional. Salah satu figur yang mencuri perhatian dalam pengukuhan Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) periode 2026–2028 adalah Fikki Dermawan, yang resmi dikukuhkan sebagai Sekretaris Bidang Organisasi PP IPM.
Prosesi pengukuhan berlangsung di Amphitarium Universitas Ahmad Dahlan Kampus 4, Yogyakarta, pada Ahad (12/4/2026), dengan mengusung tema “Arah Baru IPM: Membumikan Gerakan, Mencerdaskan Semesta”. Tema tersebut menjadi penegasan arah baru organisasi pelajar Muhammadiyah untuk lebih berdampak nyata, tidak hanya dalam ranah struktural, tetapi juga dalam kehidupan sosial pelajar di berbagai daerah.
Pengukuhan ini sekaligus menandai hadirnya representasi kuat dari wilayah timur Indonesia dalam kepemimpinan nasional. Fikki Dermawan dinilai menjadi simbol bahwa kader dari Sulawesi Tenggara memiliki kapasitas dan daya saing yang setara dengan kader dari daerah lain, termasuk wilayah Jawa yang selama ini dikenal sebagai pusat perkembangan Muhammadiyah.
Dalam keterangannya, Fikki menegaskan bahwa kehadirannya di tingkat pusat bukan sekadar simbol, melainkan membawa semangat dan komitmen untuk menghadirkan keadilan dalam gerakan pelajar.
“Semangat Sultra yang kami bawa di Pimpinan Pusat adalah bahwa kader IPM dari Sultra secara kompetensi dan kapasitas tidak kalah dari kader-kader di luar sana, khususnya Jawa yang menjadi pusat perkembangan Muhammadiyah,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran IPM dalam mengawal isu-isu strategis, terutama di wilayah yang selama ini kurang mendapat perhatian.
“Selain itu, Sultra juga menjadi representasi keberpihakan pelajar untuk mengawal isu-isu strategis di daerah-daerah rentan seperti 3T dan wilayah pelosok lainnya agar mendapat perhatian serius dari kepemimpinan di tingkat pusat,” tambahnya.
Acara pengukuhan tersebut turut dihadiri Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua Umum PP IPM periode 2026–2028 Dany Rahmat Muharram, Pimpinan Pusat Aisyiyah sekaligus Komisioner KPAI Diyah Puspitarini, jajaran organisasi otonom Muhammadiyah tingkat pusat, serta Rektor Universitas Ahmad Dahlan.
Dalam sambutannya, Dany Rahmat Muharram mengajak seluruh kader IPM untuk menjadi lokomotif gerakan yang membumi dan memberikan dampak langsung bagi pelajar di seluruh Indonesia. Sementara itu, Haedar Nashir menekankan pentingnya kecerdasan, keberanian, dan progresivitas dalam menggerakkan organisasi.
Momentum pengukuhan ini menjadi langkah awal bagi kepemimpinan baru PP IPM periode 2026–2028 untuk merealisasikan arah gerakan yang lebih inklusif dan berkeadilan, dengan melibatkan seluruh potensi kader dari berbagai daerah sebagai kekuatan kolektif pelajar Muhammadiyah di Indonesia. (*)