MAKASSAR | INFONETIZEN.COM, – Aktivis LSM GMBI Wilter Sulawesi Selatan, Samsunar Alam, S.H., mendesak aparat kepolisian untuk meningkatkan patroli keamanan di sejumlah titik rawan di Kota Makassar setelah dirinya mengalami langsung peristiwa yang diduga melibatkan sekelompok pengendara motor pembawa busur di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Makassar.
Peristiwa tersebut terjadi pada dini hari sekitar pukul 02.51 WITA usai Samsunar Alam menghadiri kegiatan di Desa Belabori, Kecamatan Parangloe, Kabupaten Gowa, pada malam Minggu. Dalam perjalanan pulang menuju Kota Makassar, tepatnya saat melintas di Jalan Urip Sumoharjo, sekitar kawasan Kantor DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, ia melihat puluhan pengendara sepeda motor yang bergerak secara berkelompok.
Menurut keterangannya, kelompok yang diperkirakan berjumlah sekitar 20 orang tersebut diduga membawa dan membentangkan busur ke arah pengguna jalan lain yang berpapasan. Kondisi tersebut dinilainya sangat membahayakan keselamatan masyarakat serta berpotensi menimbulkan gangguan keamanan dan ketertiban umum.
“Aksi seperti ini sangat meresahkan masyarakat dan berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan. Kami berharap aparat kepolisian segera mengambil langkah tegas untuk mencegah kejadian serupa terulang kembali,” ujar Samsunar Alam.
Atas kejadian tersebut, Samsunar Alam mengaku langsung memutar arah demi alasan keselamatan. Selanjutnya ia segera melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada Tim Hukum LSM GMBI melalui sambungan telepon konferensi WhatsApp yang diikuti oleh Erwin Mahmud, S.H., serta Sekretaris Wilayah (Sekwil) LSM GMBI Sulawesi Selatan, Azis Situru Situru.
Menanggapi laporan tersebut, Azis Situru Situru mengimbau seluruh aktivis LSM GMBI agar meningkatkan kewaspadaan, khususnya pada jam-jam rawan malam hingga dini hari.
“Kami mengimbau seluruh aktivis LSM GMBI untuk tetap berhati-hati, meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di malam hari, serta terus melakukan pemantauan dan investigasi terhadap berbagai potensi gangguan keamanan yang meresahkan masyarakat,” ujar Azis melalui pesan WhatsApp.
Menurut Azis, pihaknya akan melakukan pendalaman informasi guna mengetahui identitas dan tujuan kelompok yang diduga melakukan aksi tersebut. Hasil pemantauan nantinya akan menjadi bahan koordinasi dengan pihak berwenang dalam rangka mendukung terciptanya situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.
“Kami akan melakukan investigasi dan pendalaman informasi mengenai siapa sebenarnya kelompok pembusur ini serta apa tujuan dari aktivitas mereka. Hasilnya akan menjadi bahan untuk membantu pihak keamanan dalam menjaga situasi Kota Makassar agar tetap aman dan kondusif. Kami juga menginstruksikan kepada seluruh aktivis LSM GMBI di tingkat kabupaten dan kota untuk melakukan langkah-langkah serupa sesuai kapasitas dan kewenangannya,” tegas Azis.
Azis juga menekankan pentingnya peran keluarga, khususnya orang tua, dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas anak-anak mereka, terutama pada malam hingga dini hari.
Menurutnya, berbagai aksi kenakalan remaja, termasuk dugaan keterlibatan dalam kelompok geng motor maupun tindakan yang meresahkan masyarakat, tidak terlepas dari pentingnya pengawasan dalam lingkungan keluarga.
“Peran orang tua wajib menjadi perhatian utama. Ketika anak-anak berada di luar rumah pada malam hari dan tidak jelas apa kegiatannya, maka hal tersebut perlu menjadi perhatian serius. Orang tua sebagai kepala keluarga memiliki tanggung jawab untuk melakukan pemantauan dan memberikan arahan kepada anak-anak mereka,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pengawasan yang baik dari keluarga merupakan salah satu langkah preventif untuk mencegah anak-anak terlibat dalam aktivitas yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Jangan sampai kegiatan anak-anak kita di luar sana tidak jelas dan tanpa pengawasan. Orang tua perlu mengetahui dengan siapa mereka bergaul, ke mana mereka pergi, dan apa yang mereka lakukan, terutama pada jam-jam rawan. Kita tentu tidak ingin generasi muda justru menjadi bagian dari pelaku kegiatan yang meresahkan masyarakat maupun mengganggu keamanan dan ketertiban umum,” tegas Azis.
Sementara itu, Tim Hukum LSM GMBI, Erwin Mahmud, S.H., menilai fenomena kelompok geng motor dan aksi pembusuran yang kerap terjadi di Kota Makassar perlu mendapat perhatian serius dari seluruh pihak, khususnya aparat penegak hukum.
Menurut Erwin, peristiwa yang dialami Samsunar Alam tidak boleh dipandang sebagai kejadian biasa karena telah berulang kali terjadi dan menimbulkan keresahan di tengah masyarakat.
“Persoalan ini harus dipelajari dan didalami secara komprehensif. Siapa sebenarnya para pelaku geng motor dan pembusuran tersebut, apa motif dan tujuan mereka, serta apakah ada pihak-pihak tertentu yang berada di belakang aktivitas mereka. Semua itu perlu diungkap secara jelas agar akar permasalahannya dapat diketahui,” ujar Erwin Mahmud.
Ia menambahkan bahwa aksi pembusuran dan aktivitas kelompok geng motor bukan lagi peristiwa yang terjadi satu atau dua kali, melainkan telah berulang dan hampir setiap malam menjadi momok bagi para pengguna jalan, khususnya pada jam-jam rawan menjelang dini hari.
“Kondisi ini tentu menimbulkan rasa takut di masyarakat. Pengguna jalan yang hendak pulang bekerja, beraktivitas, maupun melakukan perjalanan malam hari berhak mendapatkan rasa aman. Karena itu diperlukan langkah pencegahan, patroli yang lebih intensif, serta penegakan hukum yang tegas terhadap para pelaku,” tegasnya.
LSM GMBI berharap aparat penegak hukum dapat meningkatkan patroli rutin, khususnya pada malam hingga dini hari, serta melakukan langkah-langkah pencegahan dan penindakan terhadap segala bentuk aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan dan keselamatan masyarakat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum terdapat keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait peristiwa tersebut. Namun masyarakat berharap aparat keamanan dapat terus meningkatkan pengawasan dan patroli guna mencegah terjadinya aksi-aksi yang berpotensi mengganggu keamanan, ketertiban, dan keselamatan pengguna jalan di Kota Makassar.
(Admin Redaksi | INFONETIZEN.COM)