BARRU, Infonetizen.com — Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) PERAK kembali melakukan penelusuran di wilayah Kabupaten Barru. Dari hasil investigasi terbaru, mereka menemukan bahwa SMA Negeri 5 Barru tidak mendapatkan bantuan Makanan Bergizi (MBG), padahal mayoritas siswanya berasal dari wilayah pedalaman yang semestinya menjadi prioritas penerima program tersebut.
Dalam penelusuran yang dilakukan pada Kamis, 6 November 2025, tim investigasi LSM Perak menemukan sejumlah fakta di lapangan. Salah satu siswa bahkan terlihat membawa bekal makanan dari rumah, yang mengindikasikan tidak adanya distribusi program MBG di sekolah tersebut.
Menurut laporan warga sekitar, dapur program MBG berada tidak jauh dari lokasi sekolah SMA Negeri 5 Barru, sehingga ketiadaan bantuan di sekolah ini menimbulkan pertanyaan besar mengenai distribusi dan pelaksanaan program tersebut.
Selain persoalan bantuan makanan bergizi, tim LSM Perak juga menemukan sejumlah ruang kelas yang membutuhkan renovasi, terutama pada bagian plafon, lantai, jendela, serta instalasi kabel listrik yang rusak. Tegangan listrik di sekolah juga dilaporkan sangat rendah, menyebabkan lampu sering mati dan mengganggu aktivitas belajar mengajar.
Wakil Koordinator Divisi Pengaduan Masyarakat dan Kebijakan Publik LSM PERAK Indonesia, Sadikul Fajrin Dg Pabe’, berharap agar pemerintah daerah maupun instansi terkait segera turun tangan memperhatikan kondisi SMA Negeri 5 Barru tersebut.
“Kami berharap pemerintah dapat lebih memperhatikan kondisi sekolah ini. Selain belum mendapatkan bantuan makanan bergizi, kondisi fisik sekolah juga sangat memprihatinkan,” ungkap Fajrin kepada media didampingi Koorwil Barru, Andi Rasda dan Wakil Koordinator Divisi Pengawasan dan Monitoring LSM PERAK Indonesia, Heri Gonggong, Jumat (7/11/2025).
LSM Perak berencana untuk menyampaikan hasil investigasi ini secara resmi kepada pihak berwenang, agar ada langkah konkret dalam penanganan persoalan pendidikan di wilayah pedalaman Kabupaten Barru.
(*)
