INFONETIZEN.COM // JAKARTA — Di tengah meningkatnya tuntutan publik terhadap transparansi dan akuntabilitas pemerintahan, Dewan Pengurus Pusat (DPP) Perserikatan Journalist Siber Indonesia (PERJOSI) mengambil langkah strategis dengan menunjuk Andi Alamsyah sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) PERJOSI Kota Palopo.
Penunjukan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Nomor, 070/SK-DPP/PLT-DPD/PERJOSI/III/2026 tertanggal 29 Maret 2026. Kebijakan ini tidak hanya dimaknai sebagai pengisian struktur organisasi, tetapi juga sebagai bagian dari upaya memperkuat peran jurnalisme dalam menjalankan fungsi kontrol sosial terhadap jalannya pemerintahan daerah.
Dalam konteks daerah yang terus berkembang seperti Palopo, keberadaan organisasi jurnalis yang solid dan profesional dinilai menjadi elemen penting dalam menjaga keseimbangan antara kekuasaan dan kepentingan publik. PERJOSI, sebagai organisasi yang menaungi jurnalis siber, menempatkan diri sebagai bagian dari ekosistem demokrasi yang berperan memastikan informasi publik tersampaikan secara akurat dan berimbang.
Dalam struktur awal kepengurusan, Andi Alamsyah akan didampingi oleh Zuwandy B Andi P Oesman SH sebagai Sekretaris dan Riska Baranthi sebagai Bendahara. Ketiganya diberi mandat untuk segera merampungkan susunan kepengurusan secara menyeluruh sebagai bagian dari tahapan konsolidasi organisasi, sebagai penguatan struktur dan konsolidasi organisasi.
Wakil Sekertaris Umum Zulkifli menegaskan, DPP PERJOSI menargetkan agar proses pembentukan struktur tersebut dapat diselesaikan dalam waktu relatif singkat, sehingga pelantikan resmi dapat segera dilaksanakan.
“Langkah ini dinilai penting untuk memberikan legitimasi sekaligus memperkuat posisi organisasi dalam menjalankan perannya di tingkat daerah” tegas Bung Zul, Minggu (29/3/2026).
Penunjukan Andi Alamsyah tidak terlepas dari rekam jejaknya di dunia jurnalistik, nama Andi Alamsyah dikenal memiliki rekam jejak panjang dalam dunia jurnalistik. Ia pernah berkarier sebagai wartawan di Harian Palopo Pos yang berada di bawah Fajar Group, serta menjabat sebagai Kepala Biro Luwu raya, di Harian Pedoman Makassar yang merupakan bagian dari Tempo Media Group.
Pengalaman tersebut membentuk karakter profesional yang memahami standar kerja jurnalistik, mulai dari verifikasi informasi hingga tanggung jawab publik atas setiap pemberitaan.
Selain itu, dalam ranah organisasi, Andi Alamsyah juga pernah menjabat sebagai Ketua DPD JOIN (Jurnalis Online Indonesia) Kota Palopo selama dua periode. Posisi tersebut menunjukkan tingkat kepercayaan yang tinggi dari kalangan jurnalis terhadap kepemimpinannya.
Saat ini, ia juga aktif sebagai CEO media onlineluwuraya.co.id dan indonesiaonlinemedia.com, yang semakin memperkuat posisinya sebagai pelaku media yang memahami dinamika industri sekaligus tantangan yang dihadapi jurnalisme digital.
“Yang bersangkutan memiliki rekam jejak yang panjang dan pemahaman yang kuat terhadap dunia jurnalistik. Ini menjadi modal penting dalam membangun organisasi yang profesional dan berintegritas,” ujar Zukkifli.
Ketua Umum Perserikatan Journalist Siber Indonesia, Salim Djati Mamma, saat dihubungi, menegaskan bahwa penguatan PERJOSI di Palopo tidak terlepas dari kompleksitas persoalan yang dihadapi daerah tersebut dan wilayah sekitarnya.
Menurutnya, sejumlah isu strategis membutuhkan perhatian serius dan pengawasan publik yang kuat, mulai dari persoalan kriminalitas hingga dinamika sosial yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah.
“Palopo dan daerah sekitarnya menghadapi berbagai persoalan yang kompleks. Mulai dari dugaan kasus korupsi, peredaran narkoba, konflik sosial yang kerap berujung tawuran antar kelompok, hingga praktik penyelundupan BBM jenis solar. Semua ini membutuhkan perhatian dan kontrol yang kuat dari berbagai pihak,” ujar Bung Salim.
Ia menekankan bahwa dalam situasi tersebut, keberadaan PERJOSI di daerah tidak boleh hanya menjadi simbol organisasi, tetapi harus tampil sebagai bagian dari mekanisme kontrol sosial yang aktif.
“PERJOSI Palopo diharapkan mampu menjadi kekuatan kontrol, tidak hanya terhadap pemerintah, tetapi juga terhadap seluruh stakeholder yang terlibat dalam dinamika pembangunan daerah, saya bisa bicara begini, karena saya yang langsung investigasi di kota Palopo dan tetangga daerah ini” katanya.
Mantan Dirut Harian Ujungpandang Ekspres ini juga menuturkan, dalam sistem demokrasi, jurnalisme memiliki peran strategis sebagai penyedia informasi sekaligus pengawas jalannya pemerintahan. Di tingkat daerah, fungsi ini menjadi semakin penting mengingat kedekatan antara pengambil kebijakan dan masyarakat.
Ketum Perjosi memandang, bahwa penguatan organisasi jurnalis di daerah merupakan bagian dari upaya memperkuat demokrasi lokal. Dengan adanya organisasi yang solid, jurnalis diharapkan dapat menjalankan tugasnya secara lebih profesional, independen, dan berorientasi pada kepentingan publik.
Dalam pernyataan perdananya sebagai Plt Ketua DPD PERJOSI Palopo, Andi Alamsyah menegaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya akan berfokus pada penguatan profesionalisme dan independensi jurnalis.
Ia menilai bahwa kepercayaan publik terhadap media hanya dapat dibangun melalui konsistensi dalam menjaga integritas dan kualitas pemberitaan.
“PERJOSI harus hadir sebagai organisasi yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat. Kami ingin memastikan bahwa jurnalisme tetap berada pada jalurnya, yakni menyampaikan informasi yang akurat sekaligus mengawal jalannya pembangunan,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi antarjurnalis serta penguatan kapasitas sumber daya manusia di bidang media, terutama dalam menghadapi perkembangan teknologi informasi.
Sebagai Ketua, Andi Alamsyah memiliki mandat untuk segera merampungkan struktur kepengurusan DPD PERJOSI Palopo secara menyeluruh. Proses konsolidasi ini mencakup pembentukan bidang-bidang organisasi, perekrutan anggota, serta penyusunan program kerja yang relevan dengan kebutuhan daerah.
Setelah struktur organisasi terbentuk secara lengkap, DPP PERJOSI akan melanjutkan dengan agenda pelantikan resmi sebagai bentuk legitimasi organisasi di tingkat daerah.
Langkah ini dinilai penting untuk memastikan bahwa keberadaan PERJOSI tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memiliki kekuatan operasional dalam menjalankan fungsi dan perannya.
“PERJOSI harus hadir sebagai bagian dari masyarakat, yang tidak hanya menyampaikan informasi, tetapi juga ikut mengawal jalannya pembangunan agar tetap berada pada koridor kepentingan publik,” ujarnya.
Andi Alam menambahkan, bersama Supri Herianto Tiwa dan Riska Baranthi, ia optimistis organisasi dapat berkembang secara cepat dan mendapatkan kepercayaan dari masyarakat.
Andi Alam, sapaan Akrab Ketua Perjosi Palopo ini juga mengaskan, penguatan organisasi jurnalis di daerah dihadapkan pada tantangan menjaga independensi, meningkatkan profesionalisme, serta menghadapi dinamika media digital yang terus berkembang.
“Dengan dukungan penuh dari DPP Perserikatan Journalist Siber Indonesia dan kepemimpinan yang dinilai memiliki kapasitas kuat, kami yakin mampu menjawab tantangan tersebut secara bertahap, melalui Perjosi” tuturnya.
Ke depan, keberhasilan PERJOSI Palopo akan sangat ditentukan oleh konsistensi dalam menjaga independensi, profesionalisme, serta komitmen terhadap kepentingan publik.
Dengan langkah awal melalui penunjukan Andi Alamsyah, publik kini menanti bagaimana organisasi ini menjalankan perannya secara konkret sebagai bagian dari sistem kontrol sosial yang mendorong pemerintahan yang transparan dan akuntabel. (del-lam)